student of the year

student of the year

Jumat, 15 Agustus 2008

VENTILASI PARU

Tujuan pernapasan
Untuk menyediakan oksigen bagi jaringan dan membuang karbondioksida

Empat peristiwa fungsional utama
Ventilasi paru
Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan darah
Transpor oksigen dan karbon dioksida dalam darah dan cairan tubuh ke dan dari sel
Pengaturan ventilasi dan hal-hal lain dari pernapasan

Pengembangan paru
Diagfragma bergerak turun naik untuk memperbesar atau memperkecil rongga paru
Depresi dan elevasi tulang iga untuk memperbesar atau memperkecil diameter anteroposterior rongga dada

Otot Pernapasan
Interkostalis eksterna
Sternokleidomastoideus, mengangkat sternum keatas
Serratus anterior, mengangkat sebagian besar iga
Skalenus, mengangkat dua iga pertama

Otot yang menarik rangka iga kebawah selama ekspirasi
Rektus abdominis
Interkostalis Internus

Tekanan Pleura
Adalah tekanan cairan dalam ruang sempit antara pleura paru dan pleura dinding dada.

Tekanan pleura normal pada saat dimulainya inspirasi adalah -5 sentimeter air, kemudian selama inspirasi, pengembangan rangka dada akan menciptakan tekanan yang sedikit lebih negatif yaitu – 7,5.

Tekanan Alveolus
Adalah tekanan dibagian dalam alveoli paru
Saat glotis terbuka,dan tidak ada udara yang masuk dan keluar, tekanan pada jalan napas 0.
Inspirasi : tekanan alveoli harus turun
Ekpirasi : tekanan Alveoli harus naik

Tekanan Transpulmonal
Adalah perbedaan antara tekanan alveolus dan tekanan pleural

Compliance Paru
Adalah nilai dimana pengembangan paru untuk setiap unit dapat meningkatkan tekanan transpulmonal
Nilai normal rata-rata sekitar 200 ml/cm tekanan air

Kerja Pernapasan
Selama pernapasan normal dan tenang,hampir semua kontraksi otot pernapasan hanya terjadi pada saat inspirasi,sedangkan ekspirasi adalah proses yang hampir seluruhnya pasif akibat elastisitas paru.

Kerja inspirasi
Kerja compliance atau kerja elastis, yang dibutuhkan untuk pengembangan paru dalam melawan daya elastisitas paru dan dada
Kerja resistensi jaringan, yang dibutuhkan untuk mengatasi viskositas jaringan paru dan struktur dinding dada.
Kerja resistensi jalan napas, yang dibutuhkan untuk mengatasi resistensi jalan napas selama udara masuk kedalam paru.

Spirometri
Adalah metode sederhana untuk mempelajari ventilasi paru dengan mencatat volume paru yang masuk dan keluar paru-paru.

Volume paru
Volume alun napas (Tidal), Volume udara yang di inspirasi atau diekspirasi sekali bernapas normal, besarnya rata-rata 500 ml pada rata-rata orang dewasa muda
Volume cadangan inspirasi, volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah dan di atas volume alun napas normal, dan biasanya mencapai 3000 ml

Volume cadangan ekspirasi, jumlah udara ekstra yang dapat di ekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi alun napas normal,jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml
Volume residual, volume udara yang masih tetap berada dalam paru setelah ekspirasi paling kuat, volume ini besarnya kira-kira 1200 ml

Kapasitas paru
Kapasitas inspirasi sama dengan volume alun napas ditambah volume cadangan inspirasi,ini adalah jumlah udara (kira-kira 3500 ml) yang dapat dihirup oleh seseorang.
Kapasitas residual fungsional sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah volume residu, ini adalah jumlah udara yang tersisa dalam pada pada akhir ekspirasi normal (kira-kira 2300 m)

Kapasitas Vital sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume alun napas dan volume cadangan ekspirasi, kira-kira sekitar 4600 ml
Kapasitas paru total adalah volume maksimum di mana paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa (kira-kira 5800 ml), jumlah ini sama dengan kapasitas vital ditambah volume residu
Adalah jumlah total udara baru yang masuk kedalam saluran pernapasan tiap menit, dan ini sesuai dengan volume alun napas dikalikan dengan frekwensi pernapasan.

Ventilasi alveolus
Adalah kecepatan udara baru yang masuk pada alveoli, kantung alveolus, duktus alveolaris dan bronkiolus respiratorius.
Salah satu faktor penting yang menentukan konsentrasi oksigen dan karbon dioksida dalam alveoli

Saluran pernapasanUdara didistribusikan kedalam paru melalui trakea, bronkus dan bronkiolus
Trakea disebut generasi pertama saluran napas,dua bronkus kiri kanan adalah generasi kedua, tiap-tiap bagian sesudah itu disebut generasi tambahan.
Terdapat 20-25 generasi sebelum udara akhirnya mencapai alveoli.

Salah satu masalah yang paling penting pada seluruh bagian pernapasan adalah memelihara supaya saluran tetap terbuka agar udara bisa keluar masuk alveoli dengan mudah
Untuk mempertahankan agar trakhea tidak kolaps, terdapat cincin kartilago multiple.

Faktor-faktor lokal yang sering kali menyebabkan konstriksi Bronkiolus
Antihistamin dan substansi anafilaksis yang bereaksi lambat
Keduanya dilepaskan dalam jaringan paru oleh sel mast
Bahan perangsang yang sama yang menyebabkan refleks vasokonstriktor parasimpatis pada saluran nafas

Ruang Rugi
Saluran napas dimana tidak terjadi pertukaran gas
Sebagian udara yang dihirup oleh seseorang tidak pernah sampai pada daerah pertukaran gas, tetapi tetap berada dalam saluran napas dimana pada tempat ini tidak terjadi pertukaran gas.

Mukus
Berguna untuk mempertahankan kelembaban permukaan.
Menangkap partikel-partikel kecil dari udara inspirasi dan menahannya agar tidak terus ke alveoli

Fungsi pelembab udara dari saluran napas bagian atas
Udara dihangatkan oleh permukaan konka dan septum yang luas, dengan total area kira-kira 160 cm2
Udara dilembabkan sampai hampir lembab sempurna sebelum udara meninggalkan hidung
Udara disaring

Fungsi penyaring hidung
Bulu-bulu pada pintu masuk lubang hidung penting untuk menyaring partikel-partikel besar
Mengeluarkan partikel melalui presipitasi turbulen.

bernafas adalah nikmat dari Allah SWT, syukurilah.......
selama anada masih diberi nafas
by: masykur alawi

Volume pernapasan semenit

Sirkulasi Paru ; Edema Paru ; Cairan Pleura

Pembuluh darah paru
Arteri paru hanya berlanjut 5 cm diatas apeks ventrikel kanan kemudian terbagi menjadi cabang kanan dan kiri,yang menyediakan darah ke kedua paru yang bersangkutan
Arteri paru juga tipis, dengan ketebalan dinding kira-kira dua kali vena cava dan sepertiga aorta

Pembuluh – pembuluh Bronkial
Darah mengalir ke paru-paru melalui beberapa arteri bronkial, berjumlah sekitar 1 sampai 2 persen curah jantung total
Darah arteri bronkial ini merupakan darah teroksigenisasi

Saluran Limfe
Saluran limfe terdapat disemua jaringan penunjang paru, dimulai pada ruang jaringan ikat yang mengelilingi bronkiolus terminalis dan mengarah ke hilum paru untuk kemudian masuk ke dalam duktus limfatikus kanan
Protein plasma yang keluar dari kapiler paru juga dibersihkan dari jaringan paru, untuk mencegah edema

Kurva tekanan nadi di ventrikel kanan
Kurva tekanan nadi dari ventrikel kanan dan arteri sangat berbeda dengan kurva tekanan aorta yang jauh lebih tinggi.
Tekanan sistolik di ventrikel kanan pada orang normal rata-rata sekitar 25 mmHg
Tekanan diastolik rata-rata sekitar 0 – 1 mmHg

Tekanan di Arteri paru
Selama sistol tekanan diarteri paru pada dasarnya sama dengan tekanan di ventrikel kanan.
Tekanan sistolik 25 mmHg pada orang normal
Diastolik kira-kira 8 mmHg
Tekanan arteri paru rata-rata adalah 15 mmHg

Tekanan kapiler paru
Rata-rata 7 mmHg

Tekanan atrium kiri dan vena paru
Rata –rata sekitar 2 mmHg pada manusia yang tidur terlentang

Volume darah di Paru-ParuKira-kira 450 ml
Sekitar 9 persen dari volume darah total sistem sirkulasi
Kira-kira 70 ml berada di kapiler, sedangkan sisanya terbagi sama rata antara arteri dan vena

Paru-paru sebagai tempat penyimpanan darah
Bila seseorang menghembuskan udara dengan sangat kuat maka sebanyak 250 ml darah dapat dikeluarkan dari sistem sirkulasi paru ke sirkulasi sistemik

Pengaruh penurunan oksigen alveolus terhadap aliran darah
Bila konsentrasi oksigen di alveoli turun dibawah normal, terutama turun dibawah 70 mmHg, pembuluh darah yang terletak bersebelahan akan berkontriksi perlahan-lahan selama 3 sampai 10 menit berikutnya, sehingga tekanan vaskuler meningkat lebih dari 5 kali lipat pada kadar oksigen yang sangat rendah

Lamanya darah berada di kapiler
Bila curah jantung normal, darah mengalir melalui kapiler paru dalam waktu 0,8 detik.
Peningkatan curah jantung akan memperpendek waktu itu sampai serendah-rendahnya 0,3 detik

Penyebab Edema Paru
Gagal jantung sisi kiri atau penyakit katup mitral, dengan akibat peningkatan tekanan kapiler paru dan membanjiri ruang interstitial dan alveoli
Kerusakan pada membran kapiler paru.yang disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia atau terhirupnya bahan-bahan berbahaya seperti gas klorin atau gas sulfur dioksida

sistem sirkulasi

Sistem sirkulasi utama dalam tubuh :
Sistem Cardiovascular
Sistem Limfe : Kel dan saluran limfe

Sistem Cardiovaskuler
Cardio : fisiologi jantung
Vaskuler : fisiologi pembuluh darah dan isinya

Jenis sistem sirkulasi darah
1. Sirkulasi pulmonal : oksigen diabsorbsi dan karbondioksida dikeluarkan.
2. Sirkulasi sistemik : Perfusi O2 & nutrisi ke sell serta memfasilitasi pengeluaran produk sisa metabolisme


Organ jantung
Struktur lapisan dinding jantung
a. Epikardium = lapisan terluar strukturnya sama dengan
pericardium visceral.
b. Miokardium = lapisan tengah yg terdiri dari otot.
menentukan kekuatan kontraksi.
c. Endokardium, lapisan terdalam tdd dari jar. endotel
juga menutupi katup-katup jantung.

Perikardium, pembungkus luar jantung
Parietal yaitu lapisan fibrous bagian luar.
Visceral yaitu membran serous bagian dalam dan melekat pada jantung.
Diantara lapisan tersebut terdapat cairan serus yang berfungsi sebagai lubrication.

Hemodinamik Cardiovaskuler
Darah mampu dialirkan dalam sistem ini karena terjadinya perubahan tekanan ketika Jantung berkontraksi & berelaksasi serta adequatnya sistem kardiovaskular (jantung, PD dan isi)
Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan perubahan tekanan dan volume dalam ruang-ruang jantung
Peristiwa kontraksi-relaksasi jantung pada suatu periode waktu tertentu disebut satu siklus jantung.
Siklus jantung diawali oleh penyebaran impuls SA node ketika berdepolarisasi spontan
Siklus jantung terdiri dari systole dan diastole yang terjadi secara serentak dan berirama pada jantung kanan dan kiri. Sistole adalah manifestasi kontraksi jantung sedangkan diastole adalah manifestasi relaksasi jantung

Jantung sebagai pompa
Pompa kanan (RA dan RV) : memompa darah yang belum teroksigenasi dari pembuluh darah vena ke dalam sirkulasi pulmoner.
Pompa kiri (LA dan LV) : memompa darah yg telah teroksigenasi ke dalam sirkulasi sistemik.

Curah jantung /cardiac output (CO)
“Jumlah darah yang dapat dipompa oleh Ventrikel setiap menitnya. Jumlahnya dapat diperoleh dengan mengalikan komponen denyut jantung dengan isi sekuncup.”
CO = Stroke Volume X Heart Rate permenit
Normal CO sekitar 5 liter pada dewasa dengan HR 60-80x/mnt
Stroke Volume (SV)
“sejumlah darah yang dapat dikeluarkan oleh Ventrikel pada setiap denyutnya atau volume isi sekuncup”
SV : sekitar 60 – 70 ml (istirahat berbaring)

Heart rate
Pengaruhnya terhadap CO tergantung pada aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis
Simpatis meningkatkan HR, sedangkan parasimpatis sebaliknya
Aksi Inotropik = Pengaruh simpatis menyebabkan kontraksi otot jantung semakin kuat tanpa harus menambah panjang serabut ototnya yang dilain fihak menyebabkan isi akhir sistolik menjadi berkurang dari biasanya
Aksi kronotropik = Pengaruh simpatis yang menyebabkan kenaikan irama denyut jantung. Dipengaruhi juga oleh suhu tubuh, kadar ion K, Na, Ca, pH cairan dan hormon

Isi Sekuncup ditentukan oleh :
a. Beban awal (pre - load)
yaitu jumlah darah dalam ventrikel pada akhir diastole. Volume darah ini menyebabkan peregangan miokardium dan memunculkan tekanan diatolik Ventrikel.
b.Kontraktilitas / daya kontraksi jantung
Kekuatan kontraksi otot miocardium yang bergantung pada panjang serabut otot dan isi akhir diastolik. Dipengaruhi oleh keadaan jantung dan keseimbangan elektrolit.
c.Beban Akhir (pre load)
yaitu jumlah tegangan yg harus dikeluarkan ventrikel selama berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari Left Ventrikel melalui Aorta. Dipengaruhi oleh tahanan pembuluh perifer dan ukuran pembuluh darah

Hukum Frank Starling
Sel-sel Miocardium memiliki sifat diantara otot polos dan otot rangka
Penggunaan energi untuk kontraksi sebanding dengan panjang awal serabut otot jantung pada saat diastolik
Semakin teregang serabut otot jantung pada saat pengisian diastolik maka semakin kuat kontraksinya, dengan catatan jantung dalam batas-batas fisologisnya.

SIKLUS JANTUNG
Tekanan Ventrikel meningkat melebihi tekanan dalam Aorta & Pulmonal sehingga darah ventrikel dikeluarkan

Pada Akhir ejeksi sistolik terjadi penurunan volume dan tekanan ventrikel seiring dengan mengalirnya darah ke bagian arteri dan kapilernya

Turunnya tekanan ventrikel sampai di bawah tekanan Aorta & Pulmonal menjadi awal relaksasi dari ventrikel

. Turunnya tekanan di ventrikel maka Katup Atrioventrikuler terbuka mengalirkan darah dari Atrium. Terjadi periode relaksasi isovolumik

Pengisian ventrikel sempurna dan terjadi periode diastasis yaitu ketika tidak terjadi lagi pengisian ventrikel oleh atrium

Peregangan dinding miocardium Ventrikel yang bersiap melakukan ejeksi setelah pengisian diastol

Venous return
Adalah aliran balik darah yang bersirkulasi menuju jantung sehingga mempengaruhi CO
Kekuatan fungsional ini terjadi karena perbedaan tekanan antara Aorta dengan Atrium kanan
Tekanan awal berasal dari ventrikel kiri yang ditranfer ke sistem arteri kemudian ke sistem vena
Faktor lain yang menunjang darah kembali ke jantung = aktivitas kontraksi relaksasi otot rangka (memeras dan terputus-putus), sistem katup dalam vena, pengisapan ventrikel saat diastole, kontriksi vena karena simpatis, posisi tubuh.

Tekanan darah dan Denyut Nadi
Tekanan darah yaitu tekanan yang ditimbulkan pada dinding arteri.
Tekanan sistolik : Tekanan puncak terjadi saat ventrikel kontraksi
Tekanan diastolic : Tekanan terendah yang terjadi saat jantung istirahat.
Nilai normal pada orang dewasa : 100/60 mmHg s/d 140/90 mmHg, rata-rata 120/80 mmHg.

Tekanan Nadi : perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolic, nilai normalnya yaitu sekitar 40 mmHg ( 40 – 50 mmHg )
Tekanan nadi mencerminkan :
volume sekuncup, Laju ejeksi, Tahan vascular sistemik
Jika kurang dari 30 mmHg harus dikaji sistem kardivaskular lebih lanjut.

MAP(BP) = C O x T P R
BP : Blood Pressure
CO : Cardiac Output
TPR : Total Perifer Resisten

Pengukuran Tekanan Darah
Ada dua cara
1. Pengukuran langsung, dengan menggunakan kateter dalam arteri
2. Tidak langsung, dengan menggunakan sfigmomanometer dan stetoskop.

Faktor-faktor yg mempertahankan TD
Kekuatan memompa jantung
Banyaknya darah yg beredar
Viskositas darah
Elastisitas dinding pembuluh darah
Tahanan tepi

Faktor yg mempengaruhi denyut nadi
Posisi : lebih cepat jika berdiri dibanding tiduran
Umur : anak lebih cepat dari pada dewasa
Jenis kelamin : pria lebih cepat dari pada wanita
Exercise : exercise akan meningkatkan
Emosi : emosi kuat akan meningkatkan pulse

Sistem Sirkulasi Coronaria
Arteri Coronaria ka
- Right Atrium
- Sebagian septum interventrikel
- 70 % S.A node
- 92 % A.V node
- Bundle His
- Serabut purkinye.

Arteri Coronaria kiri
- Anterior Left Vent
- Septum interventrikular
- 25% S.A node
- Posterior ventrikel kiri
- Serabut purkinye.

Sistem Sirkulasi Coronaria
Aliran darah coroner org dewasa kondisi istirahat sekitar 223 ml/mnt (4-5% CO)
80% Suplay darah bagi Left Vent terjadi pada saat diastole dan 20% pada saat systole

Konsumsi Oksigen Miocardium
Energi dibutuhkan untuk kerja mekanik dari otot-otot jantung
Secara anatomi sistem vaskularisasi menunjukan bahwa satu kapiler sedikitnya mensuplai satu serabut otot jantung
Peningkatan kebutuhan oksigen akan direspon dengan peningkatan aliran darah koroner
Makin kuat jantung bekerja, makin banyak oksigen dibutuhkan untuk proses metabolisme aerob karena sel jantung memiliki keterbatasan dalam melakukan metabolisme anaerob
Kebutuhan Energi dimulai sejak perubahan potensial aksi/depolarisasi, sliding aktin miosin dan pompa Ca

Anatomi Sistem Vaskuler
Sistem distribusi : Arteri dan arteriola
Sistem Difussi : pembuluh darah kapiler
Sistem pengumpul : Sistem vena

Pembuluh darah
1. Arteri : berdinding kuat, tebal dan elastis.
a.Tunika Intima = lapisan dalam yg bersentuhan dgn darah, terdiri dari
jaringan endotel
b.Tunika Media = lapisan tengah yg terdiri dari jaringan otot polos dan
bersifat elastis
c.Tunika Adventisia = lapisan terluar, terdiri dari jaringan ikat yang
berguna menguatkan arteri
d.T. intima diperdarahi oleh darah yg mengalir di pembuluh darah, T. Media
dan Adventisia diperdarahi oleh Vasa Vasorum.
Dipersarafi oleh saraf otonom : vasokontriktor dan vasodilator sehingga
dapat berkontriksi atau berdilatasi.

2. Arteriola
Dindingnya merupakan otot polos dan sedikit serabut elastis.
Tunika adventisianya tipis
Dapat berkontraksi dan berdilatasi
” Berperan dlm mempertahankan tekanan darah.”
3. Kapiler, hanya memiliki dinding satu lapis sel yaitu tunika intima
Fungsi :
Penghubung arteri dan vena
Tempat pertukaran zat
Menyerap zat makanan (pd usus)
Menyaring darah/filtrasi (pd ginjal)

4. Venula
Berfungsi sbg saluran pengumpul
dindingnya lemah tetapi peka
pada pertemuan antara kapiler dan venula terdapat sfingter postkapiler.
5. V e n a
Membawa darah ke jantung.
Dinding tdd 3 lapisan seperti arteri tetapi lebih tipis.
Sifat dibandingkan dgn arteri:
- vena kurang elastis
- mempunyai katup
- lebih cepat kolap.

Darah dan komponennya
Darah adalah connective tissue yg memungkinkan adanya komunikasi antar sel dlm tubuh dan lingkungan dengan membawa zat seperti : oksigen, zat-zat gizi, sekresi hormon, produksi panas, zat kekebalan, dll
Jumlah sekitar 7 % dari BB. Pd pria dg BB 70 Kg sekitar 5,6 liter. Pada wanita lebih sedikit
Komposisi darah : plasma 55% dan sel 45%
Sel darah : eritrosit, leukosit dan trombosit
Isi Plasma :
air 91 %,
protein 8 % (albumin, globulin, protrombin, fibrinogen),
mineral 0,9 % (NaCl, natrium bikarbonat, kalsium, fosfor, fe, dll)

Prosentase volume darah dlm pembuluh darah
Jantung 9 %
Pemb drh paru 12 %
Arteri besar 8 %
Arteri kecil 5 %
Arteriola 2 %
Kapiler 5 %
Vena kecil, venula, sinus 25%
Vena besar, reservoar vena 34%

selamat membaca dan mempelajarinya
by : masykur alawi

kelainan kongenital saluran pencernaan

KONSEP KELAINAN KONGENITAL SISTEM PENCERNAAN

I.LABIOPALATOSIS
Kelainan ini diduga terjadi akibat infeksi virus yang diderita ibu pada kehamilan trimester I. Jika hanya terjadi sumbing pada bibir, bayi tidak akan mengalami banyak gangguan karena masih dapat diberi minum dengan dot biasa. Bayi dapat menghisap dot dengan baik asal dotnya diletakan di bagian bibir yang tidak sumbing. Kelainan bibir ini dapat segera diperbaiki dengan pembedahan.
Bila bibir sumbing mencakup pula palatum mole atau palatum drum, bayi akan mengalami kesukaran minum; walaupun bayi dapat menghisap tetapi bahaya tersedak mengancam. Bayi dengan kelainan bawaan ini akan mengalami gangguan pertumbuhan karena sering menderita infeksi saluran pernafasan akibat aspirasi. Keadaan umum yang kurang baik juga akan menunda tindakan untuk memperbaiki kelainan tersebut.

Penatalaksanaan Keperawatan
Masalah utama yang dapat terjadi adalah resiko tersedak. Bahaya tersedak dapat dikurangi dengan mengangkat bayi pada waktu minum dan menggunakan dot yang panjang. Lubang dot harus di pinggir (tidak boleh pada puncak dot karena akan memancar lengsung) dan pada waktu bayi minum lobang dot tersebut diletakan di atas lidah. Bila ada lebih baik digunakan palatum buatan sehingga bayi dapat menghisap biasa. Selain lubang dot di atas lidah, dot harus sering dikeluarkan untuk memberi kesempatan pada bayi untuk beristirahat.
Ibu harus dilatih untuk memberikan ASI, yang harus diberikan secara hati-hati dan sering istirahat. Jika tetap mengalami kesukaran, ASI dapat dipompa dan diberikan dengan sendok sedikit-sedikit. Perhatikan agar pompa payudara dan gelas penampung ASI selalu diseduh agar tidak terjadi kontaminasi.
Untuk merawat bayi dengan kelainan kongenital ini diperlukan kesabaran. Dengan menghindari infeksi serta menjaga pertumbuhannya, maka bayi siap dilakukan tindakan bedah plastik. Kepada ibu juga harus dijelaskan untuk tidak usah berkecil hati, sebab kelainan ini dapat ditolong dengan tindakan bedah plastik.
Tindakan bedah plastik harus dilakukan pada bayi dalam keadaan baik. Oleh karena itu, ibu harus bersabar dan berusaha mempertahankan kesehatan bayi dengan memberikan minum atau makan sesuai dengan kebutuhan bayi. Diingatkan pula untuk menghindari kontak dengan anak atau orang dewasa yang sedang batuk pilek, dan bayi harus dibawa berobat bila terdapat gangguan kesehatan.

II.HIRSCHSPRUNG
Pada tahun 1886 Harold Hirschsprung mengemukakan 2 kasus obstipasi sejak lahir yang dianggapnya disebabkan oleh dilatasi kolon. Kedua pasien tersebut meninggal. Dikatakan pula bahwa keadaan ini merupakan kesatuan klinik tersendiri dan sejak itu disebut sebagai penyakit hirschsprung atau megakolon kongenital.
Zuelser dan wilson (1948) mengemukakan bahwa pada dinding usus yang menyempittidak ditemukan ganglion parasimpatis. Sejak saat itu penyakit ini lebih dikenal dengan istilah aganglionosis kongenital. Pada pemeriksaan patologi anatomi tidak ditemukan sel ganglion auerbach dan meissner, serabut sarafnya menebal dan serabut ototnya hipertrofik. Aganglionosis ini mulai dari anus ke arah oral.

Etiologi
1.Adanya kegagalan sel-sel neural crest (bakal sel ganglion) embrional yang bermigrasi ke dalam lubang usus atau kegagalan fleksus mesentrikus dan sub mukosa untuk berkembang ke arah cranicaudal di dalam dinding usus.
2.Etiologi secara pasti tidak duiketahui, kemungkinan adanya faktor familial

Klasifikasi
Berdasarkan panjang segmen yang terkena, dapat dibedakan 2 tipe yaitu:
1.Penyakit hirschsprung segmen pendek
Segmen aganglionis mulai dari anus sampai sigmoid, ini merupakan 70% dari kasus penyakit hirschsprung dan lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan.
2.penykit hirschsprung segmen panjang
Kelainan dapat melebihi sigmoid, bahkan dapat mengenai seluruh kolon atau usus halus. Ditemukan sama banyak pada anak lelaki maupun perempuan.
Penyakit ini sebagian besar ditemukan pada bayi cukup bulan dan merupakan kelainan bawaan tunggal. Jarang sekali ia terjadi pada bayi prematur atau bersamaan dengan kalainan bawaan yang lain. Penyakit ini merupakan penyebab tersering gangguan pasase usus pada bayi. Obstipsi merupakan tanda utama dan pada bayi baru lahir dan dapat merupakan gejala obstruksi akut. Trias yang sering ditemukan ialah mekonium yang lambat keluar (lebih dari 24 jam setelah lahir), perut kembung dan muntah berwarna hijau. Pada anak yang besar kadang terdapat diare atau enterokolitis kronik lebih menonjol daripada obstipasi.

Patofisiologi
Penyakit hirschsprung merupakan obstruksi fungsional dengan kelainan patologik utama tidak adanya sel-sel ganglion saraf parasimpatis pada fleksus mesentrikus dari kolon bagian distal.
Persyarafan yang tidak sempurna pada usus yang aganglionik
Peristaltik abnormal
Konstipasi & Obstruksi fungsional
Pada bagian proksimal yang transisi
Hipertropy dan dilatasi dinding usus dengan penimbunan gas dan tinja
Obstruksi rectum dengan distensi abdomen yang progresif dan adanya muntah

Pemeriksaan Colok Anus
Pemeriksaan ini sangat penting, karena dengan pemeriksaan tersebut jari akan merasakan jepitan, dan pada waktu ditarik akan diikuti dengan keluarnya udara dan mekonium atau tinja yang menyemprot.

Pemeriksaan Diagnostik
Pada fato polos abdomen tegak akan terlihat usus-usus melebar atau terdapat gambaran obstruksi usus rendah. Pemeriksaan dengan barium enema sangat penting dan perlu dibuat secepatnya. Dengan pemeriksaan ini akan ditemukan:
1.Daerah transisi
2.Gambaran kontraksi usus yang tidak teratur dibagian yang menyempit
3.Enterokolitis pada segmen yang melebar
4.Terdapat retensi barium setelah 24-48 jam
Penyakit hirchsprung adalah suatu kelainan tidak adanya sel ganglion parasimpatis pada usus, dapat dari kolon sampai usus halus. Untuk menentukan tindakan pertolongan diperlukan pemeriksaan sebagai berikut:
a.Biopsi isap, yakni mengambil mukosa dan submukosa dengan alat pengisap dan mencari sel ganlion pada daerah submukosa.
b.Biopsi otot rektum, yakni pengambilan lapisan otot rektum, dilakukan di bawah narkose. Pemeriksaan ini bersifat traumatik.
c.Pemeriksaan aktivitas enzim asetilkolin esterase dari biopsi isap. Pada penyakit ini khas terdapat peningkatan aktivitas enzim asetilkolin enterase.
d.Pemeriksaan aktivitas norepineprindari jaringan biopsi usus.
Penatalaksanaan Medik
Hanya dengan operasi. Bila belum dapat dilakukan operasi biasanya (merupakan tindakan sementara) dipasang pipa rektum, dengan atau tanpa dilakukan pembilasan dengan air garam fisiologis secara teratur.

Penatalaksanaan Keperawatan
1.Pengobatan konservatif untuk menghilangkan tanda-tanda obstruksi
•Irigasi kolon dengan normal saline setiap hari sebelum dilakukan operasi (bedah definitif)
•Pasien dipuasakan
•Pemberian cairan dan elektrolit
•Pemberian antibiotika
2.Pembuatan anus preternaturalis dengan kolostomi, dengan alasan:
•Bilasan kolon mengandung resiko perforasi dan intoksikasi air
•Colostomi mencegah berkembangnya enterocolitis
3.Bedah definitif
•Metode swenson
•Metode duhamel
•Metode soave
•Rehbein

Diagnosa keperawatan yang yang mungkin timbul
1.Tidak efektifnya pola nafas s/d distensi abdomen
2.Gangguan dalam status nutrisi s/d intake yang kurang
3.Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit s/d adanya muntah
4.Gangguan dalam eleminasi s/d menurunnya peristaltik pada usus yang terkena
5.Resiko tinggi terjadinya infeksi/iritasi/komplikasi disekitar stoma
6.Gangguan rasa aman, cemas orang tua

Pre operative care
-Lihat pre operative care secara umum
-Irigasi/lavase colon
-Pemberian antibiotika
-Observasi distensi abdomen
-Observasi status nutrisi klien
-Beri dukungan emosional dan psychologis
-Pemberian cairan dan elektrolit

Post operative care
-Perawatan pasca bedah rutin
-Perawatan luka n
-Perawatan colostomy/stoma
-Persiapan pulang (home care)

III.MAR (Malformasi Anorectal)
Malformasi Anorectal adalah suatu kelainan kongenital dimana tidak terdapatnya lubang anus pada pada perineum. Kelainan ini cukup sering terjadi dan menimbulkan keadaan emergensi pada hari-hari pertama kehidupan neonatus. Seringkali disertai kelainan kongenital lain: atresia esofagus, spina bifida, atresia duodenum/usus, kelainan jantung, dan sebagainya. Pengelolaan dan prognosa dari kelainan ini sangat tergantung pada kondisi anatomis seperti letak tinggi ujung rektum, adanya fistula dan arah fistula, adanya kelainan kongenital lain yang menyertai.

Embriologi
-Pada minggu ke 4 intra uterine (embrio berukuran 4 mm) allantoin berhubungan dengan hind gut pada cloaca.
-Pada waktu embrio berukuran 5 mm septum urorektale memisahkan bagian urogenital dengan bagian rektal, kelainan p[ada pertumbuhan ini akan menimbulkan fistula yang menghubungkan rektum dengan saluran urinarius
-Pada wanita saluran mulller membatasi saluran urogenital dengan rektum sehingga fistula seperti ini tidak terjadi kecuali pada kelainan cloaca
-Bagian distal vagina terbentuk dari penonjolan sinovaginalisyang berasal dari dinding dorsal sinus urogenitalis. Gangguan pertumbuhan bagian ini mengahasilkan fistula rektovaginalis
-Pada minggu ke 8 (embrio 36mm) rektum telah terpisah dari traktus urogenitalis. Pada bayi wanita selmuller akan tumbuh pada bagian posterior saluran uropoetika dan pada pertumbuhan selanjutnya akan mempunyai muara tersendiri sehingga pada kehidupan embrio 12 minggu traktus uropoetika, genetalis dan rektum mempunyai muara sendiri-sendiri dengan posisi yang normal
-Apabila terjadi kegagalan/gangguan pada septum urorectale, maka ketiga saluran (urogenitalis dan rektum) akan bermuara pada cloaca dan terbentuklah fistula rekto cloaca
-Apabila saluran muller dapat tumbuh dengan baik akan tetapi rektum gagal dala pertumbuhan selanjutnya rektum akan bermuara pada saluran muller dan terbentuklah fistula rectovaginalis
-Adakalanya traktus urogenitalis tumbuh dengan baik, rektum juga tumbuh dan mempunyai muara tersendiri, akan tetapi letak muara rektum (anus) masih di dalam vestibulum. Keadaan ini disebut fistula rectovestibuler atau fistula ano vestibular
-Apabila gangguan pertumbuhan terjadi setelah meinggu ke 12 (embrio 70 mm) kelainan yang terjadi tidak begitu berat traktus urogenitalis dan rektum sudah terbentuk tetapi pada tahap selanjutnya anus tidak tidak tumbuh pada tempatnya tetap mengambil tempat di belakang vestibulum atau perineum sehingga terbentuklah anterior anus
-Kelainan lain anus sudah terbentuk tetapi dengan lubang yang kecil:
Bila letaknya pada ujung vestibulum adalah anobulbar vestibula
Bila terdapat pada perineum disamping vestibulum adalah anocutaneus fistula
Pada bayi laki-laki dimana tidak terdapat sel muller, maka kelainan seperti tersebut diatas dapat membentuk fistula rekto vesikal, rekto urethral maupun rekto bulbar.

Klasifikasi
1.Tipe rendah (translevator)
Pada bentuk ini rektum melewati m puborektalis. Anus bisa terletak pada posisi normal dengan lubang yang sempit (stenosis) atau tertutup oleh membran (inperforata anal membran). Anus bisa tertutup secara komplit (atresia) dan bisa pula mempunyai lubang keluar melalui fistula yang berjalan ke depan dan bermuara di perineum, pangkal penis pada laki-laki atau vulva pada wanita. Kadang ditemukan anus dengan letak di depan dari posisi yang normal (anterior anus)
2.Tipe Intermediate
Pada tipe ini rektum sampai di m puborektalis (tapi tidak melewati , bisa berakhir buntu atau mempunyai fistula antara rekrum dengan bulbus uretra (pada pria) atau dengan bagian bawah vagina (pada wanita)
3.Tipe Tinggi
Pada bentuk ini ujung distal saluran pencernaan berakhir diatas m puborektalis, ujung distal bisa buntu tetapi sering berakhir dengan suatu fistula ke arah urethra atau vesika urinaria (pada pria) atau pad bagian atas vagina pada wanita.
-Insiden diduga 1:5000 (laki-laki > wanita)
-Laki-laki sering terjadi tipe rektal
-Wanita sering terjadi tipe anal

Gambaran Klinis
-Sering memberikan gejala obstruksi saluran pencernaan
-Pada bayi laki-laki jika terdapat fistula pada tract urinarius, di tandai dengan adanya mekonium dalam urin
-Pada bayi wanita dengan fistula ke tract urogenital ditandai dengan adanya mekonium dan udara dari saluaran pencernaan
-Tidak adanya lubang anus
-Tidak ada mekonium
Penatalaksanaan Medik
1.Tipe rendah pada laki-laki
-decompresi usus dengan irigasi cateter
-dilatasi fistula
-repair definitif
2.Tipe rendah pada wanita
-rectal cut back anoplasty
-dilatsi fistula
3.Tipe tinggi pada laki-laki
-colostomy
-repair definitif
4.Tipe tinggi pada wanita
-colostomy
-repair definitif
Komplikasi:
-rectal stenosis
-prolaps
-strictur anal
-erosi mucus rectum
-perineal abses
-recurrent fistula
-incontinent urine

Penatalaksanaan Keperawatan
a.Pre Operative
1.Membantu mempertahankan stabilitas pasien sebelum pembedahan
-puasakan pasien
-pasanng NGT untuk decompresi
-perhatikan ukuran/ketegangan abdomen
-perhatikan tanda-tanda adanya distress pernafasan
-monitor tanda-tasnda vital
-monitor keseimbangan elektrolit
2.Observasi adanya perubahan kondisi/anomali lain
-Perhatikan pengeluaran feces dari fistula
-Catat/kaji jika terdapat urine warna hijau
3.Siapkan kondisi psykologis klien dan keluarga
b.Post Operative
-berikan perawatan post operative yang adekuat
-observasi adanya komplikasi
-memberikan perawatan perineal anoplasti
-mencegah infeksi
-melakukan perawatan colostomy
-mempertahankan nutrisi yang adequat
-mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
-memberikan health education
-memberikan dukungan keluarga

IV.OMFALOKEL
Penyebab kelainan ini adalah kegagalan alat dalam kembali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu hingga menyebabkan timbulnya omfalokel. Kelainan dapat terlihat dengan adanya protrusi (sembulan) dari kantong yang berisi usus dan visera abdomen melalui defek dinding abdomen pada umbilikus (umbilikus terlihar keluar). Angka kematian kelainan ini tinggi bila omfalokel besar karena kantong dapat pecah dan terjadi infeksi.

Penatalaksanaan Medik
Operasi. Seyogyanya operasi dilakukan segera setelah lahir, tetapi mengingat bahwa memasukan semua usus dan alat visera sekaligus ke dalam rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru hingga timbul gangguan pernafasan, maka operasi biasanya ditunda beberapa bulan.

Penatalaksanaan Keperawatan
Masalah perawatan yang dapat terjadi adalah resiko infeksi. Sebelum dilakukan operasi bila kantong belum pecah, dioleskan merkurokrom setiap hari untuk mencegah infeksi. Operasi ditunda beberapa bulan menunggu terjadinya penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut. Setelah diolesi merkurokrom, ditutup dengan kasa steril, di atasnya ditutup lagi dengan kapas agak tebal baru dipasang gurita.
Bila bayi dipulangkan, pesankan kepada ibunya untuk mencegah infeksi dan anjurkan cara merawatnya seperti yang dilakukan di rumah sakit serta kapan harus datang konsultasi.

V.STENOSIS PILORUS
Penyebab kelainan ini belum jelas diketahui. Kelainan ini biasanya baru diketahui setelah bayi berumur 2-3 minggu dengan gejala muntah yang proyektil (menyemprot) bebrapa saat setelah minum susu. Yang dimuntahkan hanya susu saja; bayi tampak selalu haus dan berat badannya sukar bertambah.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan gerakan peristaltik lambung dalam usaha melewatkan makanan melalui daerah yang sempit di pilorus. Teraba tumor pada saat gerakan peristaltik tersebut. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setelah anak di beri minum.

Pemeriksaan Diagnostik
Dengan memberikan barium per oral didapatkan gambaran radiologis yangpatognomonik berupa penyempitan piloros, yang relatif tampak lebih panjang.

Penatalaksanaan Medik
Pengobatan dilakukan dengan melakukan pilarotomi
Penatalaksanaan Keperawatan
Masalah utama bayi dengan kelainan ini adalah bayi selalu muntah menyemprot setelah minum. Oleh karena itu, sebelum tindakan bedah, pemberian minum dilakukan sedikit demi sedikit, dan susu lebih baik dibuat agak kental. Setelah minum bayi diletakan balam posisi setengah duduk agak lama baru kemudian dibaringkan miring ke kanan.

HOSPITALISASI PADA ANAK

Hospitalisasi bagi keluarga dan anak dapat dianggap sebagai :
1.Pengalaman yang mengacam
2.Stressor

Keduanya dapat menimbulkan krisis bagi anak dan keluarga

Bagi anak hal ini mungkin terjadi karena :
1.Anak tidak memahami mengapa dirawat / terluka
2.Stress dengan adanya perubahan akan status kesehatan, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari
3.Keterbatasan mekanisme koping

Reaksi anak terhadap sakit dan hospitalisasi dipengaruhi :
1.Tingkat perkembangan usia
2.Pengalaman sebelumnya
3.Support system dalam keluarga
4.Keterampilan koping
5.Berat ringannya penyakit

Stress yang umumnya terjadi berhubungan dengan hospitalisasi :
1.Takut
1)Unfamiliarity
2)Lingkungan rumah sakit yang menakutkan
3)Rutinitas rumah sakit
4)Prosedur yang menyakitkan
5)Takut akan kematian
2.Isolasi
Isolasi merupakan hal yang menyusahkan bagi semua anak terutama berpengaruh pada anak dibawah usia 12 tahun
Pengunjung, perawat dan dokter yang memakai pakaian khusus ( masker, pakaian isolasi, sarung tangan, penutup kepala ) dan keluarga yang tidak dapat bebas berkunjung.
3.Privasi yang terhambat
Terjadi pada anak remaja ; rasa malu, tidak bebas berpakaian

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Hospitalisasi pada anak
1.Berpisah dengan orang tua dan sibling
2.Fantasi-fantasi dan unrealistic anxieties tentang kegelapan, monster, pembunuhan dan binatang buas  diawali oleh situasi yang asing.
3.Gangguan kontak social jika pengunjung tidak diizinkan
4.Nyeri dan komplikasi akibat pembedahan atau penyakit
5.Prosedur yang menyakitkan
6.Takut akan cacat atau mati.

Stressor pada Infant
Separation anxiety ( cemas karena perpisahan )
-Pengertian terhadap realita terbatas hubungan dengan ibu sangat dekat
-Kemampuan bahasa terbatas

Respon Infant akibat perpisahan dibagi tiga tahap
1.Tahap Protes ( Fase Of Protes )
-Menangis kuat
-Menjerit
-Menendang
-Berduka
-Marah
2.Tahap Putus Asa ( Phase Of Despair )
-Tangis anak mula berkurang
-Murung, diam, sedih, apatis
-Tidak tertarik dengan aktivitas di sekitarnya
-Menghisap jari
-Menghindari kontak mata
-Berusaha menghindar dari orang yang mendekati
-Kadang anak tidak mau makan
3.Tahap Menolak ( Phase Detachment / Denial )
-Secara samar anak seakan menerima perpisahan ( pura-pura )
-Anak mulai tertarik dengan sesuatu di sekitarnya
-Bermain dengan orang lain
-Mulai membina hubungan yang dangkal dengan orang lain.
-Anak mulai terlihat gembira

Kehilangan Fungsi dan Kontrol
Hal ini terjadi karena ada persepsi yang salah tentang prosedur dan pengobatan serta aktivitas di rumah sakit, misalnya karena diikat/restrain tangan, kaki yang membuat anak kehilangan mobilitas dan menimbulkan stress pada anak

Gangguan Body Image dan Nyeri
-Infant masih ragu tentang persepsi body image
-Tetapi dengan berkembangnya kemampuan motorik infant dapat memahami arti dari organ tubuhnya, missal : sedih/cemas jika ada trauma atau luka.
-Warna seragam perawat / dokter ( putih ) diidentikan dengan prosedur tindakan yang menyakitkan sehingga meningkatkan kecemasan bagi infant.

Berdasarkan theory psychodynamic, sensasi yang berarti bagi infant adalah berada di sekitar mulut dan genitalnya. Hal ini diperjelas apabila infant cemas karena perpisahan, kehilangan control, gangguan body image dan nyeri infant biasanya menghisap jari, botol.

STRESSOR PADA ANAK USIA AWAL ( TODDLER & PRA SEKOLAH
Reaksi emosional ditunjukan dengan menangis, marah dan berduka sebagai bentuk yang sehat dalam mengatasi stress karena hospitalisasi.

Pengertian anak tentang sakit

-Anak mempersepsikan sakit sebagai suatu hukuman untuk perilaku buruk, hal ini terjadi karena anak masih mempunyai keterbatasan tentang dunia di sekitar mereka.
-Anak mempuyai kesulitan dalam pemahaman mengapa mereka sakit, tidak bias bermain dengan temannya, mengapa mereka terluka dan nyeri sehingga membuat mereka harus pergi ke rumah sakit dan harus mengalami hospitalisasi.
-Reaksi anak tentang hukuman yang diterimanya dapat bersifat passive, cooperative, membantu atau anak mencoba menghindar dari orang tua, anak menjadi marah.

Separation /perpisahan
-anak takut dan cemas berpisah dengan orang tua
-anak sering mimpi buruk

Kehilangan fungsi dan control
Dengan adanya kehilangan fungsi sehubungan dengan terganggunya fungsi motorik biasanya mengakibatkan berkurangnya percaya diri pada anak sehingga tugas perkembangan yang sudah dicapai dapat terhambat. Hal ini membuat anak menjadi regresi; ngompol lagi, suka menghisap jari dan menolak untuk makan.

Restrain / Pengekangan dapat menimbulkan anak menjadi cemas

Gangguan Body Image dan nyeri
-Merasa tidak nyaman akan perubahan yang terjadi
-Ketakutan terhadap prosedur yang menyakitkan

STRESSOR PADA USIA PERTENGAHAN
Restrain atau immobilisasi dapat menimbulkan kecemasan
Pengertian tentang sakit
-anak usia 5 – 7 tahun mendefinisikan bahwa mereka sakit sehingga membuat mereka harus istirahat di tempat tidur
-Pengalaman anak yang terdahulu selalu mempengaruhi pengertian anak tentang penyakit yang di alaminya.

Separation /Perpisahan
-Dengan semakin meningkatnya usia anak, anak mulai memahami mengapa perpisahan terjadi.
-Anak mulai mentolerir perpisahan dengan orang tua yang berlangsunng lama.
-Perpisahan dengan teman sekolah dan guru merupakan hal yang berarti bagi anak sehingga dapat mengakibatkan anak menjadi cemas.

Kehilangan Fungsi Dan Kontrol
-Bag anak usia pertengahan ancaman akan harga diri mereka sehingga sering membuat anak frustasi, marah dan depresi.
-Dengan adanya kehilangan fungsi dan control anak merasa bahwa inisiatif mereka terhambat.

Gangguan body image dan nyeri
-anak mulai menyadari tentang nyeri
-Anak tidak mau melihat bagian tubuhnya yang sakit atau adanya luka insisi.


STRESSOR PADA ANAK USIA AKHIR
-Anak mulai mulai memahami konsep sakit yang bias disebbkan oleh factor eksternal atau bakteri, virus dan lain-lain.
-Mereka percaya bahwa penyakit itu bisa dicegah

Separation / Perpisahan
-Perpisahan dengan orang tua buakan merupakan suatu masalah
-Perpisahan dengan teman sebaya / peer group dapat mengakibatkan stress
-Anak takut kehilangan status hubungan dengan teman

Kehilangan fungsi control
Anak takut kehilangan control diri karena penyakit dan rasa nyeri yang dialaminya.

Gangguan body Image
-Anak takut mengalami kecacatan dan kematian
-Anak takut sesuatu yang terjadi atau berpengaruh terhadap alat genitalianya

STRESSOR PADA ADOLESCENT/REMAJA

Pengertian tentang sakit
-Anak mulai memahami konsep yang abstrak dan penyebab sakit yang bersifat kompleks
-Anak mulai memahami bahwa hal-hal yang bias mempengaruhi sakit.

Separation / Perpisahan

-Anak remaja sangat dipengaruhi oleh peer groupnya, jika mereka sakit akan menimbulkan stress akan perpisahan dengan teman sebayanya.
-Anak juga kadang menghinda dan mencoba membatasi kontak dengan peer groupnya jika mereka mengalami kecacatan.

Kehilangan fungsi control
-bagi remaja sakit dapat mempengaruhi fungsi kemandirian mereka.
-Penyakit kronis dapat menimbulkan kehilangan dan mengncam konsep diri remaja.
-Reaksi anak biasanya marah frustasi atau menarik diri

Gangguan body image

-sakit pada remaja mengakibatkan mereka merasa berbeda dengan peer groupnya dan sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam menangani stress karena adanya perubahan body image. Remaja khawatir diejek oleh teman / peer groupnya.
-Mengalami stress apabila dilakukan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan organ seksual.

STRESSOR DAN REAKSI KELUARGA SEHUBUNGAN DENGAN HOSPITALISASI ANAK

Anak  Bagian integral dari keluarga

Jika anak harus menjalani hospitalisasi akan memberikan pengaruh terhadap angggota keluarga dan fungsi keluarga ( Wong & Whaley, 1999)

Bagaimana reaksi orang tua ?

Reaksi orang tua dipengaruhi oleh :
1.Tingkat keseriusan penyakit anak
2.Pengalaman sebelumnya terhadap sakit dan hospitalisasi
3.Prosedur pengobatan
4.Kekuatan ego individu
5.Kemampuan koping
6.Kebudayaan dan kepercayaan
7 Komunikasi dalam keluarga

Pada umumnya reaksi orang tua
1.Denial / disbelief
Tidak percaya akan penyakit anaknya
2.Marah / merasa bersalah
Merasa tidak mampu merawat anaknya
3.Ketakutan, cemas dan frustasi
-Tingkat keseriusan penyakit
-Prosdur tindakan medis
-Ketidaktahuan
4.Depresi
-terjadi setelah masa krisis anak berlalu
-Merasa lelah fisik dan mental
-Khawatir memikirkan anaknya yang lain di rumah
-Berhubungan dengan efek samping pengobatan
-Berhubungan dengan biaya pengobatan dan perawatan

Bagaimana reaksi sibling ?

Pada umumnya reaksi sibling
-merasa kesepian
-Ketakutan
-Khawatir
-Marah
-Cemburu
-Rasa benci
-Rasa bersalah

Pengaruh pada fungsi keluarga
Pola Komunikasi
-Komunikasi antar anggota keluarga terganggu
-Respon emosional tidak dapat terkontrol dengan baik

PENURUNAN PERAN ANGGOTA KELUARGA
POLA KOMUNIKASI
-Kehilangan peran orang tua
-Perhatian orang tua tertuju pada anak yang sakit dan di rawat
-Kadang orang tua menyalahkan sibling sebagai perilaku antisocial.

HOW TO HELP THE CHILDREN COPE WITH HOSPITALIZATION ?
-Preparation for hospitalization is very important with children whenever time permits
-Visit to the hospital
-If the hospital have videos that parents and children can watch together. The best videos are those that are specific to the hospital to be used and those that are tailored to the specific illness and procedures the child with experience.
-The preparation techniques for specific procedures
-Letting the child know why she / he need to be in hospital and when she / he becoming home
-Let the child know what she / he will see, hear, smelt, feel and be expected to do. Reassure a child that he / she is not being punished for some thing they did wrong.
-Understand the child’s feelings, listen to his concerns, fears and fantasies. Remind him that it is ok to be scared or cry.
-Supporting the child
-Give adequate information
-Involve parents in caring children, rooming in  can help decrease some of that fear.

Bagaimana mengatasi masalah yang mungkin timbul sehubungan dengan hospitalisasi anak
-Libatkan orang tua dalam mengatasi stress anak dan pelaksanaan asuhan keperawatan
-Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan anak dan keluarga.
-Kurangi batasan-batasan yang diberikan pada anak
-Beri dukungan pada anak dan keluarga
-Beri informasi yang adekuat.


have a nive learning
by : masykur alawi

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN NEFROTIK SINDROM

ANATOMI GINJAL
Letak-----retroperineal (panjang 11-12 cm)
Terdiri dari korteks dan medula
Korteks –glomerolus & Tubuli
Medula ---tubuli
Glomeroli dan tubuli membentuk nefron
Satu unit nefron terdiri dari glomerolus, tubulus proksimal, loop of henle, tubulus distal
Tiap ginjal mempunyai lebih kurang 1,5-2 juta nefron berarti pula lebih kurang 1,5-2 juta glomeruli

FISIOLOGI GINJAL
Faal glomerolus
membentuk ultrafiltrat GFR normal umur 2-12 tahun : 30-90 cc/menit/luas permukaan tubuh anak.
Faal Tubulus
melakukan reabsorbsi dan sekresi dari zat-zat yang ada dalam ultrafiltrat yang terbentuk di glomerolus
Faal loop of henle membuat cairan intratubuler lebih hipotonik.
Faal tubulus distalis dan duktus koligentes
Mengatur keseimbangan asam basa dan keseimbangan elektrolit dengan cara reabsorbsi Na dan H2O dan ekskresi Na, K, Amonium dan ion hidrogen. (Rauf, 2002 : 4-5).

PENGERTIAN
Sindrom Nefrotik adalah Status klinis yang ditandai dengan peningkatan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein, yang mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif (Donna L. Wong, 2004 : 550).

Sindrom Nefrotik merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh injuri glomerular yang terjadi pada anak dengan karakteristik; proteinuria, hipoproteinuria, hipoalbuminemia, hiperlipidemia, dan edema (Suriadi dan Rita Yuliani, 2001: 217).

Sindrom nefrotik (SN) merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari proteinuria massif (lebih dari 50 mg/kgBB/24 jam), hipoalbuminemia (kurang dari 2,5 gram/100 ml) yang disertai atau tidak disertai dengan edema dan hiperkolesterolemia. (Rauf, 2002 : 21).

ETIOLOGI
Sebab pasti belum diketahui. Umunya dibagi menjadi :
a.Sindrom nefrotik bawaan
Diturunkan sebagai resesif autosom atau karena reaksi fetomaternal
b.Sindrom nefrotik sekunder
Disebabkan oleh parasit malaria, penyakit kolagen, glomerulonefritis akut, glomerulonefrits kronik, trombosis vena renalis, bahan kimia (trimetadion, paradion, penisilamin, garam emas, raksa), amiloidosis, dan lain-lain.
c.Sindrom nefrotik idiopatik (tidak diketahui penyebabnya) (Arif Mansjoer,2000 :48 )

PATOFISIOLOGI
EDEMA
permebilitas dinding kap. Glomerolar ---loss of protein (proteinuria)---hipoalbumin----tek os plasma ----cairan intra vaskuler pindah ke interstisial ---edema

vol intra vas. <, ----penurunan perfusi ginjal---
kompensasi produksi renin – angiotensin dan peningkatan sekresi anti diuretik hormon (ADH) dan sekresi aldosteron yang kemudian terjadi retensi kalium dan air. Dengan retensi natrium dan air akan menyebabkan edema.

Terjadi peningkatan kolesterol dan trigliserida serum akibat dari peningkatan stimulasi produksi lipoprotein karena penurunan plasma albumin dan penurunan onkotik plasma
Adanya hiper lipidemia juga akibat dari meningkatnya produksi lipopprtein dalam hati yang timbul oleh karena kompensasi hilangnya protein, dan lemak akan banyak dalam urin (lipiduria)
Menurunya respon imun karena sel imun tertekan, kemungkinan disebabkan oleh karena hipoalbuminemia, hiperlipidemia, atau defesiensi seng. (Suriadi dan Rita yuliani, 2001 :217

MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi utama sindrom nefrotik adalah edema. Edema biasanya bervariasi dari bentuk ringan sampai berat (anasarka). Edema biasanya lunak dan cekung bila ditekan (pitting), dan umumnya ditemukan disekitar mata (periorbital) dan berlanjut ke abdomen daerah genitalia dan ekstermitas bawah.
Penurunan jumlah urin : urine gelap, berbusa
Pucat
Hematuri
Anoreksia dan diare disebabkan karena edema mukosa usus.
Sakit kepala, malaise, nyeri abdomen, berat badan meningkat dan keletihan umumnya terjadi.
Gagal tumbuh dan pelisutan otot (jangka panjang), (Betz, Cecily L.2002 )

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Uji urine
1)Protein urin – meningkat
2)Urinalisis – cast hialin dan granular, hematuria
3)Dipstick urin – positif untuk protein dan darah 4) Berat jenis urin – meningkat
Uji darah
1)Albumin serum – menurun
2)Kolesterol serum – meningkat
3)Hemoglobin dan hematokrit – meningkat (hemokonsetrasi)
4)Laju endap darah (LED) – meningkat
5)Elektrolit serum – bervariasi dengan keadaan penyakit perorangan.
Uji diagnostik
Biopsi ginjal merupakan uji diagnostik yang tidak dilakukan secara rutin (Betz, Cecily L, 2002 : 335).

PENATALAKSANAAN MEDIK
Istirahat sampai edema tinggal sedikit. Batasi asupan natrium sampai kurang lebih 1 gram/hari secara praktis dengan menggunakan garam secukupnya dan menghindar makanan yang diasinkan. Diet protein 2 – 3 gram/kgBB/hari
Bila edema tidak berkurang dengan pembatasan garam, dapat digunakan diuretik, biasanya furosemid 1 mg/kgBB/hari.
Pengobatan kortikosteroid yang diajukan Internasional Coopertive Study of Kidney Disease in Children (ISKDC), sebagai berikut :
1)Selama 28 hari prednison diberikan per oral dengan dosis 60 mg/hari luas permukaan badan (1bp) dengan maksimum 80 mg/hari.
2)Kemudian dilanjutkan dengan prednison per oral selama 28 hari dengan dosis 40 mg/hari/1bp, setiap 3 hari dalam satu minggu dengan dosis maksimum 60 mg/hari. Bila terdapat respon selama pengobatan, maka pengobatan ini dilanjutkan secara intermitten selama 4 minggu
Cegah infeksi. Antibiotik hanya dapat diberikan bila ada infeksi
Pungsi asites maupun hidrotoraks dilakukan bila ada indikasi vital (Arif Mansjoer,2000 : 488 )

KOMPLIKASI
Infeksi sekunder mungkin karena kadar imunoglobulin yang rendah akibat hipoalbuminemia.
Shock : terjadi terutama pada hipoalbuminemia berat (< 1 gram/100ml) yang menyebabkan hipovolemia berat sehingga menyebabkan shock.
Trombosis vaskuler : mungkin akibat gangguan sistem koagulasi sehingga terjadi peninggian fibrinogen plasma.
Komplikasi yang bisa timbul adalah malnutrisi atau kegagalan ginjal. (Rauf, .2002 : .27-28).

ASKEP
Pengkajian
1.Riwayat kesehatan ybs dan klg
2.Pem. Fisik (Penambahan berat badan, Edema, wajah sembab :Khususnya di sekitar
mata Timbul pada saat bangun pagi Berkurang di siang hari, Pembengkakan
abdomen (asites), Kesulitan pernafasan (efusi pleura), Pembengkakan
labial (scrotal) Edema mukosa usus yang menyebabkan :Diare, Anoreksia,
Absorbsi usus buruk ,Mudah lelah, Letargi,Tekanan darah normal atau
sedikit menurun, Kerentanan terhadap infeksi, Perubahan urin

DIAGNOSA & INTERVENSI
a.Kelebihan volume cairan (total tubuh) berhubungan dengan akumulasi cairan dalam jaringan dan ruang ketiga.
1)Tujuan : Pasien tidak menunjukkan bukti-bukti akumulasi cairan (pasien
mendapatkan volume cairan yang tepat)
2)Intervensi
a)Kaji masukan yang relatif terhadap keluaran secara akurat.
Rasional : perlu untuk menentukan fungsi ginjal, kebutuhan penggantian
cairan dan penurunan resiko kelebihan cairan.
b)Timbang berat badan setiap hari (ataui lebih sering jika diindikasikan).
Rasional : mengkaji retensi cairan
c)Kaji perubahan edema : ukur lingkar abdomen pada umbilicus serta pantau
edema sekitar mata.
Rasional : untuk mengkaji ascites dan karena merupakan sisi umum edema.
d)Atur masukan cairan dengan cermat.
Rasional : agar tidak mendapatkan lebih dari jumlah yang dibutuhkan
e)Pantau infus intra vena
Rasional : untuk mempertahankan masukan yang diresepkan
f)Berikan kortikosteroid sesuai ketentuan.
Rasional : untuk menurunkan ekskresi proteinuria
h)Berikan diuretik bila diinstruksikan.
Rasional : untuk memberikan penghilangan sementara dari edema.

Resiko tinggi kekurangan volume cairan (intravaskuler) berhubungan dengan kehilangan protein dan cairan, edema
1)Tujuan
Klien tidak menunjukkan kehilangan cairan intravaskuler atau shock
hipovolemik yang diyunjukkan pasien minimum atau tidak ada
2)Intervensi
a)Pantau tanda vital
Rasional : untuk mendeteksi bukti fisik penipisan cairan
b)Kaji kualitas dan frekwensi nadi
Rasional : untuk tanda shock hipovolemik
c)Ukur tekanan darah
Rasional : untuk mendeteksi shock hipovolemik
d)Laporkan adanya penyimpangan dari normal
Rasional : agar pengobatan segera dapat dilakukan

Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh yang menurun, kelebihan beban cairan cairan, kelebihan cairan.
1)Tujuan
Tidak menunjukkan adanya bukti infeksi
2)Intervensi
a)Lindungi anak dari kontak individu terinfeksi
Rasional : untuk meminimalkan pajanan pada
organisme infektif
b)Gunakan teknik mencuci tangan yang baik
Rasional : untuk memutus mata rantai penyebar5an infeksi
c)Jaga agar anak tetap hangat dan kering
Rasional : karena kerentanan terhadap infeksi pernafasan
d)Pantau suhu.
Rasional : indikasi awal adanya tanda infeksi
e)Ajari orang tua tentang tanda dan gejala infeksi
Rasional : memberi pengetahuan dasar tentang tanda dan
gejala infeksi


Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema, penurunan pertahanan tubuh.
1)Tujuan
Kulit anak tidak menunjukkan adanya kerusakan integritas : kemerahan atau iritasi
2)Intervensi
a)Berikan perawatan kulit
Rasional : memberikan kenyamanan pada anak dan mencegah kerusakan kulit
b)Hindari pakaian ketat
Rasional : dapat mengakibatkan area yang menonjol tertekan
c)Bersihkan dan bedaki permukaan kulit beberapa kali sehari
Rasional : untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit karena
gesekan dengan alat tenun
d)opang organ edema, seperti skrotum
Rasional : unjtuk menghilangkan area tekanan
e)Ubah posisi dengan sering ; pertahankan kesejajaran tubuh dengan baik
Rasional : karena anak dengan edema massif selalu letargis, mudah lelah dan
diam saja
f)Gunakan penghilang tekanan atau matras atau tempat tidur penurun
tekanan sesuai kebutuhan
Rasional : untuk mencegah terjadinya ulkus


Perubahan nutrisi ; kurang dari kebtuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan nafsu makan
1)Tujuan
Pasien mendapatkan nutrisi yang optimal
2)Intervensi
a)Beri diet yang bergizi
Rasional : membantu pemenuhan nutrisi anak dan meningkatkan daya tahan tubuh anak
b)Batasi natrium selama edema dan trerapi kortikosteroid
Rasional : asupan natrium dapat memperberat edema usus yang
menyebabkan hilangnya nafsu makan anak
c)Beri lingkungan yang menyenangkan, bersih, dan rileks pada
saat makan.
Rasional : agar anak lebih mungkin untuk makan
d)Beri makanan dalam porsi sedikit pada awalnya
Rasional : untuk merangsang nafsu makan anak
e)Beri makanan spesial dan disukai anak
Rasional : untuk mendorong agar anak mau makan
f)Beri makanan dengan cara yang menarik
Rasional : untuk menrangsang nafsu makan anak

Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan
1)Tujuan
Agar dapat mengespresikan perasaan dan masalah dengan mengikutin aktivitas
yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak.
2)Intervensi
a)Gali masalah dan perasaan mengenai penampilan
Rasional : untuk memudahkan koping
b)Tunjukkan aspek positif dari penampilan dan bukti penurunan edema
Rasional : meningkatkan harga diri klien dan mendorong penerimaan
terhadap kondisinya
c)Dorong sosialisasi dengan individu tanpa infeksi aktif
Rasional : agar anak tidak merasa sendirian dan terisolasi
d)Beri umpan balik positif
Rasional : agar anak merasa diterima

Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan
1)Tujuan Anak dapat melakukan aktifitas sesuai dengan kemampuan dan
mendapatkan istirahat dan tidur yang adekuat
2)Intervensi
a)Pertahankan tirah baring awal bila terjadi edema hebat
Rasional : tirah baring yang sesuai gaya gravitasi dapat menurunkan edema
b)Seimbangkan istirahat dan aktifitas bila ambulasi
Rasional : ambulasi menyebabkan kelelahan
c)Rencanakan dan berikan aktivitas tenang
Rasional : aktivitas yang tenang mengurangi penggunaan energi yang
dapat menyebabkan kelelahan
d)Instruksikan istirahat bila anak mulai merasa lelah
Rasional : mengadekuatkan fase istirahat anak
e)Berikan periode istirahat tanpa gangguan
Rasional : anak dapat menikmati masa istirahatnya

Perubahan proses keluarga berhubungan dengan anak yang menderita penyakit serius
1)Tujuan
Pasien (keluarga) mendapat dukungan yang adekuat
2.Intervensi
a)Kenali masalah keluarga dan kebutuhan akan informasi, dukungan
Rasional : mengidentifikasi kebuutuhan yang dibutuhkan keluarga
b)Kaji pemahaman keluarga tentang diagnosa dan rencana perawatan
Rasional : keluarga akan beradaptasi terhadap segala tindakan keperawatan
yang dilakukan
c)Tekankan dan jelaskan profesional kesehatan tentang kondisi anak, prosedur
dan terapi yang dianjurkan, serta prognosanya
Rasional : agar keluarga juga mengetahui masalah kesehatan anaknya
d)Gunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan pemahaman keluarga Keluarga
tentang penyakit dan terapinya
Rasional : mengoptimalisasi pendidikan kesehatan terhadap
e)Ulangi informasi sesering mungkin
Rasional : untuk memfasilitasi pemahaman
f)Bantu keluarga mengintrepetasikan perilaku anak serta responnya
Rasional : keluarga dapat mengidentifikasi perilaku anak sebagai orang
yang terdekat dengan anak
g)Jangan tampak terburu-buru, bila waktunya tidak tepat
Rasional : mempermantap rencana yang telah disusun sebelumnya.
(Donna L Wong,2004 : 550-552).

PUSTAKA
Betz, Cecily L dan Sowden, Linda L. 2002.Keperawatan Pediatrik, Edisi 3,EGC : Jakarta 2.Mansjoer Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, Media Aesculapius : Jakarta 3.Rauf , Syarifuddin, 2002, Catatan Kuliah Nefrologi Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK UH : Makssar 4.Smeltzer, Suzanne C, 2001, Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, edisi 8, Volume 2, EGC : Jakarta 5.Suriadi & Rita Yuliani, 2001, Asuhan Keperawatan Anak, Edisi 1, Fajar Interpratama : Jakarta 6.Wong,L. Donna, 2004, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik, Edisi 4, EGC : Jakarta

have a nice learning
by: masykur alawi

Kamis, 14 Agustus 2008

Rabu, 13 Agustus 2008

KASIH SAYANG

Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Betapa tidak? Jikalau kemampuan kita menyayangi orang lain tercabut, maka itulah biang dari segala bencana, karena kasih sayang Allah Azza wa Jalla ternyata hanya akan diberikan kepada orang-orang yang masih hidup kasih sayang di qolbunya.

Karenanya, tidak bisa tidak, kita harus berjuang dengan sekuat tenaga agar hati nurani kita hidup. Tidak berlebihan jikalau kita mengasahnya dengan merasakan keterharuan dari kisah-kisah orang yang rela meluangkan waktu untuk memperhatikan orang lain. Kita dengar bagaimana ada orang yang rela membacakan buku, koran, atau juga surat kepada orang-orang tuna netra, sehingga mereka bisa belajar, bisa dapat informasi, dan bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas.

Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Allah SWT mempunyai seratua rahmat (kasih sayang), dan menurunkan satu rahmat (dari seratus rahmat) kepada jin, manusia, dan hewan melata. Dengan rahmat itu mereka saling berbelas kasihan dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anak-anaknya. Dan (Allah SWT) menangguhkan 99 bagian rahmat itu sebagai kasih sayang-Nya pada hari kiamat nanti." (HR. Muslim)

Dari hadits ini nampaklah, bahwa walau hanya satu rahmat-Nya yang diturunkan ke bumi, namun dampaknya bagi seluruh makhluk sungguh luar biasa dahsyatnya. Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju laut, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.

Tidak ada salahnya agar muncul kepekaan kita menyayangi orang lain, kita menyayanginya dengan menyayangi kita dulu.

Jangan meremehkan makhluk ciptaan Allah, sebab tidaklah Allah menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia. Semua yang Allah ciptakan syarat dengan ilmu, hikmah, dan ladang amal. Semua yang bergerak, yang terlihat, yang terdengar, dan apa saja karunia dari Allah Azza wa Jalla adalah jalan bagi kita untuk bertafakur jikalau hati ini bisa merabanya dengan penuh kasih sayang.

Bagi orang yang tidak hidup kasih sayang di qolbunya, ketika datang orang yang akan meminjam uang, justru yang terlintas dalam pikirannya seolah-olah harta yang dimilikinya akan diambil oleh dia, bukannya memberi, malah dia ketakutan hartanya akan habis atau bahkan jatuh miskin.

Ingatlah bahwa hidupnya hati hanya bisa dibuktikan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain dengan ikhlas. Apa artinya hidup kalau tidak punya mamfaat? Padahal hidup di dunia cuma sekali dan itupun hanya mampir sebentar saja. Insya Allah bagi yang telah tumbuh kasih sayang di qolbunya, Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Melimpah Kasih Sayang-Nya akan mengaruniakan ringannya mencari nafkah dan ringan pula dalam menahkahkannya di jalan Allah, ringan dalam mencari ilmu dan ringan pula mengajarkannya kepada orang lain.

Cara lain yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menghidupkan hati nurani agar senantiasa diliputi nur kasih sayang dengan melakukan banyak silaturahmi kepada orang-orang yang dilanda kesulitan. Belajarlah terus untuk melihat orang yang kondisinya jauh di bawah kita, Insya Allah hati kita akan melembut karena senantiasa tercahayai pancaran sinar kasih sayang. Dan berhati-hatilah bagi orang yang bergaulnya hanya dengan orang-orang kaya, orang-orang terkenal, artis, atau orang-orang elit lainnya, karena yang muncul justru rasa minder dan perasaan kurang dan kurang akan dunia ini, Masya Allah.

Bundel by UGLY --- Jan '02

LOVE??

Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.

Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling
berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.

Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.

Bundel by UGLY --- Jan '02

RENUNGILAH TEMAN!!!


Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.

Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.

Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini – dan dengan demikian merasa telah sukses – suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.

Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.

Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.

Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.

Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.

Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."

Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)

Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.

Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.

Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.

Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.

Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.

Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.

Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.

Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.

Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.

"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu," tulis Syaikh Ibnu Atho’illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma’rifat dan rahasia-rahasia."

Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35).

Bundel by UGLY --- Jan '02

BENINGKAH HATIMU???


Buah Kebeningan Hati


Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.

Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.

Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya, subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan mamfaat. Tutur katanya bernas dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.

Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.

Orang yang bening hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap detik yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya. Tak berlebihan jika orang yang berbening hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Subhanallah, bening hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya.

Walhasil, orang yang telah tertata hatinya adalah orang yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan tidak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan. Hatinya yang bersih membuat terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan penuh dengan kesantunan. Siapapun yang berjumpa akan merasa kesan yang mendalam, siapapun yang bertemu akan memperoleh aneka mamfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi buah kenangan yang tak mudah dilupakan.

Dan, Subhanallah, lebih dari semua itu, kebeningan hatipun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah menjadi luar biasa mamfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, dia pun menjadi lebih akrab dengan Allah, ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula do’a-do’anya menjadi luar biasa mustajabnya. Mustajabnya do’a tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang dihadapinya. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak, Allahu Akbar.

Pendek kata orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya, luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya. Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. Tidak rindukah kita memiliki hati yang bersih?

Silahkan bandingkan dengan orang yang berperilaku sebaliknya; berhati busuk, semrawut, dan kusut masai. Wajahnya bermuram durja, kusam, dan senantiasa tampak resah dan gelisah. Kata-katanya bengis, kasar, dan ketus. Hatinya pun senantiasa dikotori buruk sangka, dendam kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tidak senang melihat orang lain bahagia, kikir, dan lain-lain penyakit hati yang terus menerus menumpuk, hingga sulit untuk dihilangkan. Tak berlebihan bila perilakunya pun menjadi hina dan nista, jauh dari perilaku terhormat, lebih dari itu, badannya pun menjadi mudah terserang penyakit. Penyakit buah dari kebusukan hati, buah dari ketegangan jiwa, dan buah dari letihnya pikiran diterpa aneka rona masalah kehidupan. Selain itu, akal pikirannya pun menjadi sempit dan bahkan lebih banyak berpikir tentang kezhaliman.

Oleh karenanya, bagi orang yang busuk hati sama sekali tidak ada waktu untuk bertambah ilmu. Segenap waktunya habis hanya digunakan untuk memuntahkan ketidaksukaannya kepada orang lain. Tidak mengherankan bila hubungan dengan Allah SWT pun menjadi hancur berantakan, ibadah tidak lagi menjadi nikmat dan bahkan menjadi rusak dan kering. Lebih rugi lagi, ia menjadi jauh dari rahmat Allah. Akibatnya pun jelas, do’a menjadi tidak ijabah (terkabul), dan aneka masalah pun segera datang menghampiri, naudzubillaah (kita berlindung kepada Allah).

Ternyata hanya kerugian dan kerugian saja yang didapati orang berhati busuk. Betapa malangnya. Pantaslah Allah SWT dalam hal ini telah mengingatkan kita dalam sebuah Firman-Nya : "Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Q.S. Asy-Syam [91] : 9 – 10).

Ingatlah saudaraku, hidup hanya satu kali dan siapa tahu tidak lama lagi kita akan mati. Marilah kita bersama-sama bergabung dalam barisan orang-orang yang terus memperbaiki diri, dan mudah-mudahan kita menjadi contoh awal bagaimana menjadikan hidup indah dan prestatif dengan bening hati, Insya Allah.





www.mas_alawiners.com

a true happiness



u know he is my soul, he is my breath...........he is my true happiness,

ANALISIS PROGRAM PUSKESMAS

I. PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Upaya peningkatan cakupan tiap program yang ada di Puskesmas terus dilakukan dengan berbagai cara dan strategi, kerjasama lintas program maupun lintas sektoral juga terus dibina, namun sampai saat ini khusunya yang terjadi di Puskesmas Waluran masih banyaknya target cakupan yang belum tercapai bahkan ada yang jauh dibawah target pencapaian.
Menyikapi hal tersebut, perlu kiranya dilakukan suatu pengkajian dan analisa yang cermat dari permasalahan-permasalahan program yang dirasakan di lapangan oleh programmer khususnya, karena permasalahan yang tersembunyi tanpa adanya pengkajian dan analisa lebih lanjut akan terjadi akumulasi permasalahan yang akan membawa pada kompleksitas masalah yang sudah pasti akan lebih sulit mencari problem solving nya.
Dalam hal ini, khususnya kapasitas sebagai petugas promosi kesehatan dibebani tugas dan tangung jawab untuk sedini mungkin mengkaji dan menganalisa permasalahan dan lebih lanjutnya mencari pemecahannya secara bersama untuk mencapai tujuan bersama yaitu Pencapaian Cakupan sesuai dengan target.

2. Tujuan
Adapun tujuan dari analisa program ini, adalah :
a.Tujuan Umum
Tercapainya Target Pencapaian Program dan Terpecahkannya Masalah Program
b.Tujuan Khusus
1).Terdeteksinya masalah program sedini mungkin
2).Memunculkan masalah kronis program yang tersmbunyi
3).Menyajikan masalah secara gamblang untuk bahan intervensi
4).Menyajikan kesenjangan dari cakupan program yang belum tercapai


2.Gambaran Umum Wilayah Kerja Puskesmas Waluran
Letak geografis Kecamatan Waluran berada di selatan Kabupaten Sukabumi yang berjarak kurang lebih 60 KM, adapun luas wilayah secara keseluruhan adalah 7528 Ha terdiri dari :
a. Luas daratan : 4774 Ha
b. Luas lahan basah : 2754 Ha
Sedangkan ketinggian dari permukaan laut kurang lebih 380 m dengan temperatur antara 22-23˚c
Bentangan wilayah kecamatan Waluran terdiri dari
a. Dataran : 30 %
b. Perbukitan : 70 %
Adapun batas-batas wilayah yang membatasi kecamatan Waluran adalah :
a Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lengkong dan Simpenan
b.Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Jampangkulon
c.Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Jampangkulon
d.Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ciemas


II. ANALISA MASALAH PROGRAM

Dalam menganalisa masalah, kami akan mencoba mengumpulkan permasalahan-permasalahan yang ada yang ditunjang oleh data-data yang konkrit dan actual yang kami temukan di lapangan, kemudian akan dikelompokan menjadi sekelompok masalah
Disamping itu, setelah ditemukan masalah kami akan mencoba menganalisa penyebab determinan yang menimbulkan masalah itu timbul, penyebab-penyebab ini akan menjadi acuan dan dasar dari intervensi nantinya
Masalah yang dimunculkan akan diprioritaskan pada masalah yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan motivasi masyarakat dan sedikit akan memunculkan masalah yang memerlukan kolaborasi dengan pengambil kebijakan dalam intervensinya.

A.Program KIA
Program Kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu program esensial yang ada di Puskesmas, eksistensi program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kususnya para ibu dan anaknya yang menjadi sasaran pelayanan.
Di Puskesmas Waluran program ini dikoordinir oleh seorang bidan koordinator yang bertindak sebagai leader yang dibantu oleh 4 orang bidan Desa yang tersebar di 4 Desa di wilayah kerja Puskesmas Waluran.
Adapun masalah- masalah yang ditemukan di Program KIA ini antara lain :
•Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan masih sangat rendah yang ditandai dengan data tahun 2007 menunjukan kesenjangan sebesar 34,5 %
•Kunjungan ibu hamil ke tenaga kesehatan ( Bidan ) masih kurang yang ditandai dengan data tahun 2007 menunjukan kesenjangan sebesar 14 %
Untuk kedua masalah utama ini kami akan mencoba menganalisa penyebab-penyebab yang mungkin melatrbelakangi terjadinya masalah :
1.Pertolongan Persalinan oleh Nakes rendah, kemungkinan penyebab adalah :
a.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang persalinan aman dan sehat
b.Kurangnya kepercayaan masyarakat akan persalinan oleh bidan
c.Masih melekatnya tradisi masyarakat tentang pertolongan persalinan oleh paraji
d.Animo dan asumsi masyarakat tentang mahalnya biaya persalinan oleh bidan
e.Kurangnya pendekatan dengan paraji untuk kemitraan dalam pertolongan persalinan
2.Kunjungan ibu hamil ke tenaga kesehatan ( Bidan ) masih kurang, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya kesadaran ibu hamil akan kesehatan kehamilannya
b.Kurangnya pengetahuan akan bahaya-bahaya kehamilan abnormal
c.Kurangnya pengetahuan akan manfaat pemeriksaan kehamilan

B.Program Gizi
program Gizi termasuk pada program pokok puskesmas yang juga masuk pada basic six.
Di Puskesmas Waluran program gizi dipegang oleh seorang programmer yang mempunyai latar belakang pendidikan dari perawat, karena belum adanya tenaga Gizi yang professional di Puskesmas Waluran.
Masalah yang kami temukan di program gizi ini antaranya adalah :
•Kurangnya kunjungan masyarakat yang mempunyai Balita ke Posyandu
•Masih terdapatnya anak dengan gizi kurang dan gizi buruk
Untuk kedua masalah utama ini kami akan mencoba menganalisa penyebab-penyebab yang mungkin melatarbelakangi terjadinya masalah :
1.Kurangnya kunjungan masyarakat ke Posyandu untuk menimbang anaknya, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya motivasi untuk pergi ke Posyandu
b.Kurangnya pengetahuan tentang manfaat kegiatan di Posyandu
c.Kurangnya pengetahuan tentang manfaat penimbangan bagi anak
d.Kurangnya pengetahuan tentang manfaat pemantauan status gizi
e.Banyaknya pekerjaan yang dianggapnya lebih penting daripada pergi ke Posyandu
2.Masih terdapatnya anak dengan gizi kurang dan gizi buruk, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya pengetahuan tentang asuapan gizi yang seimbang
b.Keadaan ekonomi keluarga
c.Kurangnya pengetahuan tentang komplikasi penyakit yang berpengaruh terhadap status gizi anak

C. Program P2M
Program P2M terdiri dari beberapa sub program, program ini dikoordinir oleh seorang koordinator yang membawahi programmer-programmer pemegang sub program, yaitu diantaranya : Program Imunisasi, Program TB Paru, Program ISPA & Diare, Program Malaria dan Program Kusta
Kami akan mencoba menganalisa satu persatu dari program P2M ini
1.Program Imunisasi, Program ini dikoordinir oleh seorang pemegang
program yang berlatarbelakang Bidan. Masalah utama pada program ini
adalah masih kurangnya target pencapaian anak yang harus diimunisasi
di beberapa kategori Imunisasi, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya pengetahuan tentang manfaat imunisasi
b.Kurangnya pengetahuan tentang bahaya anak yang tidak diimunisasi
c.Adanya tradisi yang tabu terhadap imunisasi
d.Adanya ketakutan dari dampak imunisasi
2.Program ISPA & Diare, Program ini dikoordinir oleh seorang pemegang program yang berlatarbelakang Perawat, masalah utama program ini adalah banyaknya kasus Diare yang terus meningkat pada tahun 2007, kemungkinan penyebabnya adalah
a.Kurangnya pengetahuan keluarga tentang personal hygine
b.Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kesehatan lingkungan
c.Kurangnya motivasi keluarga untuk membngun sarana sanitasi dasar
3. Program TB Paru, Program ini dikoordinir oleh seorang pemegang program yang berlatarbelakang Perawat, masalah utama program ini adalah kurangnya penemuan kasus TB paru, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas
b.Kurangnya pelacakan kasus ke lapangan
Masalah lain dari program ini adalah masih terdapatnya kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas yang beresiko terhadap penularan, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya pengetahuan tentang penyakit TB
b.Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan lingkungan yang meliputi ventilisasi, pencahayaan, kelembaban lingkungan
c.Kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit dan cara pencegahan penularan penyakit
4. Program Malaria, Program ini dikoordinir oleh seorang pemegang program yang berlatarbelakang Perawat, masalah utama program ini adalah kurangnya penemuan kasus Malaria, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas
b.Kurangnya pelacakan kasus ke lapangan
5. Program Kusta, Program ini dikoordinir oleh seorang pemegang program yang berlatarbelakang Perawat, masalah utama program ini adalah kurangnya penemuan kasus Kusta, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas
b.Kurangnya pelacakan kasus ke lapangan


D.Program Kesehatan Lingkungan
Program ini dikoordinir oleh seorang programmer yang berlatarbelakang Perawat, karena belum adanya petugas kesling professional yang dimiliki oleh Puskesmas Waluran.
Masalah utama dari program Kesling ini adalah diantaranya :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membangun Sarana Sanitasi
Dasar, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya Sarsandas
b.Kurangnya motivasi untuk memiliki sarsandas
c.Kurangnya pengetahuan tentang bahaya yang ditimbulkan dari lingkungan yang tidak sehat
2.Masih banyaknya penyakit yang berbasis lingkungan, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Masih banyaknya lingkungan yang tidak sehat
b.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penyehatan lingkungan
c.Gaya hidup dan perilaku masyarakat yang belum sehat


E.Program Promosi Kesehatan
Program ini merupakan Program pokok yang menjadi evaluator dari program-program yang ada di Puskesmas, program ini dikoordinir oleh seorang
programmer yang berlatarbelakang Perawat, masalah - masalah dari program ini adalah diantaranya :
1.Masih rendahnya peran serta aktif masyarakat untuk mempromosikan kesehatan, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi tentang kesehatan
b.Kurangnya pendekatan informal kepada masyarakat
c.Kurangnya jejaring yang dibangun di masyarakat
d.Kurangnya motivasi masyarakat untuk menjadi mitra dalam promosi kesehatan
2.Masih sedikitnya presentase KK Sehat yang ada di lingkungan kerja Puskesmas, kemungkinan penyebabnya adalah
a.Kurangnya pengetahuan tentang cara hidup yang sehat
b.Kurangnya pengetahuan tentang Bahaya hidup tidak sehat
c.Kurangnya kesadaran dan kemauan untuk merubah gaya hidup dan perilaku tidak sehat
3.Masih belum optimalnya Posyandu sebagai pos pelayanan kesehatan, kemungkinan penyebabnya adalah :
a.Kurang optimalnya peran kader sebagai pengelola Posyandu
b.Kurangnya fasilitas yang diperlukan di Posyandu
c.Kurangnya sosialisasi fungsi dan manfaat Posyandu kepada masyarakat
d.Kurangnya dukungan lintas sektoral dalam pengelolaan Posyandu