student of the year

student of the year

Jumat, 15 Agustus 2008

sistem sirkulasi

Sistem sirkulasi utama dalam tubuh :
Sistem Cardiovascular
Sistem Limfe : Kel dan saluran limfe

Sistem Cardiovaskuler
Cardio : fisiologi jantung
Vaskuler : fisiologi pembuluh darah dan isinya

Jenis sistem sirkulasi darah
1. Sirkulasi pulmonal : oksigen diabsorbsi dan karbondioksida dikeluarkan.
2. Sirkulasi sistemik : Perfusi O2 & nutrisi ke sell serta memfasilitasi pengeluaran produk sisa metabolisme


Organ jantung
Struktur lapisan dinding jantung
a. Epikardium = lapisan terluar strukturnya sama dengan
pericardium visceral.
b. Miokardium = lapisan tengah yg terdiri dari otot.
menentukan kekuatan kontraksi.
c. Endokardium, lapisan terdalam tdd dari jar. endotel
juga menutupi katup-katup jantung.

Perikardium, pembungkus luar jantung
Parietal yaitu lapisan fibrous bagian luar.
Visceral yaitu membran serous bagian dalam dan melekat pada jantung.
Diantara lapisan tersebut terdapat cairan serus yang berfungsi sebagai lubrication.

Hemodinamik Cardiovaskuler
Darah mampu dialirkan dalam sistem ini karena terjadinya perubahan tekanan ketika Jantung berkontraksi & berelaksasi serta adequatnya sistem kardiovaskular (jantung, PD dan isi)
Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan perubahan tekanan dan volume dalam ruang-ruang jantung
Peristiwa kontraksi-relaksasi jantung pada suatu periode waktu tertentu disebut satu siklus jantung.
Siklus jantung diawali oleh penyebaran impuls SA node ketika berdepolarisasi spontan
Siklus jantung terdiri dari systole dan diastole yang terjadi secara serentak dan berirama pada jantung kanan dan kiri. Sistole adalah manifestasi kontraksi jantung sedangkan diastole adalah manifestasi relaksasi jantung

Jantung sebagai pompa
Pompa kanan (RA dan RV) : memompa darah yang belum teroksigenasi dari pembuluh darah vena ke dalam sirkulasi pulmoner.
Pompa kiri (LA dan LV) : memompa darah yg telah teroksigenasi ke dalam sirkulasi sistemik.

Curah jantung /cardiac output (CO)
“Jumlah darah yang dapat dipompa oleh Ventrikel setiap menitnya. Jumlahnya dapat diperoleh dengan mengalikan komponen denyut jantung dengan isi sekuncup.”
CO = Stroke Volume X Heart Rate permenit
Normal CO sekitar 5 liter pada dewasa dengan HR 60-80x/mnt
Stroke Volume (SV)
“sejumlah darah yang dapat dikeluarkan oleh Ventrikel pada setiap denyutnya atau volume isi sekuncup”
SV : sekitar 60 – 70 ml (istirahat berbaring)

Heart rate
Pengaruhnya terhadap CO tergantung pada aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis
Simpatis meningkatkan HR, sedangkan parasimpatis sebaliknya
Aksi Inotropik = Pengaruh simpatis menyebabkan kontraksi otot jantung semakin kuat tanpa harus menambah panjang serabut ototnya yang dilain fihak menyebabkan isi akhir sistolik menjadi berkurang dari biasanya
Aksi kronotropik = Pengaruh simpatis yang menyebabkan kenaikan irama denyut jantung. Dipengaruhi juga oleh suhu tubuh, kadar ion K, Na, Ca, pH cairan dan hormon

Isi Sekuncup ditentukan oleh :
a. Beban awal (pre - load)
yaitu jumlah darah dalam ventrikel pada akhir diastole. Volume darah ini menyebabkan peregangan miokardium dan memunculkan tekanan diatolik Ventrikel.
b.Kontraktilitas / daya kontraksi jantung
Kekuatan kontraksi otot miocardium yang bergantung pada panjang serabut otot dan isi akhir diastolik. Dipengaruhi oleh keadaan jantung dan keseimbangan elektrolit.
c.Beban Akhir (pre load)
yaitu jumlah tegangan yg harus dikeluarkan ventrikel selama berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari Left Ventrikel melalui Aorta. Dipengaruhi oleh tahanan pembuluh perifer dan ukuran pembuluh darah

Hukum Frank Starling
Sel-sel Miocardium memiliki sifat diantara otot polos dan otot rangka
Penggunaan energi untuk kontraksi sebanding dengan panjang awal serabut otot jantung pada saat diastolik
Semakin teregang serabut otot jantung pada saat pengisian diastolik maka semakin kuat kontraksinya, dengan catatan jantung dalam batas-batas fisologisnya.

SIKLUS JANTUNG
Tekanan Ventrikel meningkat melebihi tekanan dalam Aorta & Pulmonal sehingga darah ventrikel dikeluarkan

Pada Akhir ejeksi sistolik terjadi penurunan volume dan tekanan ventrikel seiring dengan mengalirnya darah ke bagian arteri dan kapilernya

Turunnya tekanan ventrikel sampai di bawah tekanan Aorta & Pulmonal menjadi awal relaksasi dari ventrikel

. Turunnya tekanan di ventrikel maka Katup Atrioventrikuler terbuka mengalirkan darah dari Atrium. Terjadi periode relaksasi isovolumik

Pengisian ventrikel sempurna dan terjadi periode diastasis yaitu ketika tidak terjadi lagi pengisian ventrikel oleh atrium

Peregangan dinding miocardium Ventrikel yang bersiap melakukan ejeksi setelah pengisian diastol

Venous return
Adalah aliran balik darah yang bersirkulasi menuju jantung sehingga mempengaruhi CO
Kekuatan fungsional ini terjadi karena perbedaan tekanan antara Aorta dengan Atrium kanan
Tekanan awal berasal dari ventrikel kiri yang ditranfer ke sistem arteri kemudian ke sistem vena
Faktor lain yang menunjang darah kembali ke jantung = aktivitas kontraksi relaksasi otot rangka (memeras dan terputus-putus), sistem katup dalam vena, pengisapan ventrikel saat diastole, kontriksi vena karena simpatis, posisi tubuh.

Tekanan darah dan Denyut Nadi
Tekanan darah yaitu tekanan yang ditimbulkan pada dinding arteri.
Tekanan sistolik : Tekanan puncak terjadi saat ventrikel kontraksi
Tekanan diastolic : Tekanan terendah yang terjadi saat jantung istirahat.
Nilai normal pada orang dewasa : 100/60 mmHg s/d 140/90 mmHg, rata-rata 120/80 mmHg.

Tekanan Nadi : perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolic, nilai normalnya yaitu sekitar 40 mmHg ( 40 – 50 mmHg )
Tekanan nadi mencerminkan :
volume sekuncup, Laju ejeksi, Tahan vascular sistemik
Jika kurang dari 30 mmHg harus dikaji sistem kardivaskular lebih lanjut.

MAP(BP) = C O x T P R
BP : Blood Pressure
CO : Cardiac Output
TPR : Total Perifer Resisten

Pengukuran Tekanan Darah
Ada dua cara
1. Pengukuran langsung, dengan menggunakan kateter dalam arteri
2. Tidak langsung, dengan menggunakan sfigmomanometer dan stetoskop.

Faktor-faktor yg mempertahankan TD
Kekuatan memompa jantung
Banyaknya darah yg beredar
Viskositas darah
Elastisitas dinding pembuluh darah
Tahanan tepi

Faktor yg mempengaruhi denyut nadi
Posisi : lebih cepat jika berdiri dibanding tiduran
Umur : anak lebih cepat dari pada dewasa
Jenis kelamin : pria lebih cepat dari pada wanita
Exercise : exercise akan meningkatkan
Emosi : emosi kuat akan meningkatkan pulse

Sistem Sirkulasi Coronaria
Arteri Coronaria ka
- Right Atrium
- Sebagian septum interventrikel
- 70 % S.A node
- 92 % A.V node
- Bundle His
- Serabut purkinye.

Arteri Coronaria kiri
- Anterior Left Vent
- Septum interventrikular
- 25% S.A node
- Posterior ventrikel kiri
- Serabut purkinye.

Sistem Sirkulasi Coronaria
Aliran darah coroner org dewasa kondisi istirahat sekitar 223 ml/mnt (4-5% CO)
80% Suplay darah bagi Left Vent terjadi pada saat diastole dan 20% pada saat systole

Konsumsi Oksigen Miocardium
Energi dibutuhkan untuk kerja mekanik dari otot-otot jantung
Secara anatomi sistem vaskularisasi menunjukan bahwa satu kapiler sedikitnya mensuplai satu serabut otot jantung
Peningkatan kebutuhan oksigen akan direspon dengan peningkatan aliran darah koroner
Makin kuat jantung bekerja, makin banyak oksigen dibutuhkan untuk proses metabolisme aerob karena sel jantung memiliki keterbatasan dalam melakukan metabolisme anaerob
Kebutuhan Energi dimulai sejak perubahan potensial aksi/depolarisasi, sliding aktin miosin dan pompa Ca

Anatomi Sistem Vaskuler
Sistem distribusi : Arteri dan arteriola
Sistem Difussi : pembuluh darah kapiler
Sistem pengumpul : Sistem vena

Pembuluh darah
1. Arteri : berdinding kuat, tebal dan elastis.
a.Tunika Intima = lapisan dalam yg bersentuhan dgn darah, terdiri dari
jaringan endotel
b.Tunika Media = lapisan tengah yg terdiri dari jaringan otot polos dan
bersifat elastis
c.Tunika Adventisia = lapisan terluar, terdiri dari jaringan ikat yang
berguna menguatkan arteri
d.T. intima diperdarahi oleh darah yg mengalir di pembuluh darah, T. Media
dan Adventisia diperdarahi oleh Vasa Vasorum.
Dipersarafi oleh saraf otonom : vasokontriktor dan vasodilator sehingga
dapat berkontriksi atau berdilatasi.

2. Arteriola
Dindingnya merupakan otot polos dan sedikit serabut elastis.
Tunika adventisianya tipis
Dapat berkontraksi dan berdilatasi
” Berperan dlm mempertahankan tekanan darah.”
3. Kapiler, hanya memiliki dinding satu lapis sel yaitu tunika intima
Fungsi :
Penghubung arteri dan vena
Tempat pertukaran zat
Menyerap zat makanan (pd usus)
Menyaring darah/filtrasi (pd ginjal)

4. Venula
Berfungsi sbg saluran pengumpul
dindingnya lemah tetapi peka
pada pertemuan antara kapiler dan venula terdapat sfingter postkapiler.
5. V e n a
Membawa darah ke jantung.
Dinding tdd 3 lapisan seperti arteri tetapi lebih tipis.
Sifat dibandingkan dgn arteri:
- vena kurang elastis
- mempunyai katup
- lebih cepat kolap.

Darah dan komponennya
Darah adalah connective tissue yg memungkinkan adanya komunikasi antar sel dlm tubuh dan lingkungan dengan membawa zat seperti : oksigen, zat-zat gizi, sekresi hormon, produksi panas, zat kekebalan, dll
Jumlah sekitar 7 % dari BB. Pd pria dg BB 70 Kg sekitar 5,6 liter. Pada wanita lebih sedikit
Komposisi darah : plasma 55% dan sel 45%
Sel darah : eritrosit, leukosit dan trombosit
Isi Plasma :
air 91 %,
protein 8 % (albumin, globulin, protrombin, fibrinogen),
mineral 0,9 % (NaCl, natrium bikarbonat, kalsium, fosfor, fe, dll)

Prosentase volume darah dlm pembuluh darah
Jantung 9 %
Pemb drh paru 12 %
Arteri besar 8 %
Arteri kecil 5 %
Arteriola 2 %
Kapiler 5 %
Vena kecil, venula, sinus 25%
Vena besar, reservoar vena 34%

selamat membaca dan mempelajarinya
by : masykur alawi

Tidak ada komentar: